Kegiatan diawali dengan kedatangan para siswa-siswi ke SMA Negeri 1 Babat dengan antusiasme yang tinggi. Setelah meletakkan barang bawaan di kelas masing-masing, para siswa segera diarahkan untuk berbaris di lapangan utama. Upacara bendera berlangsung khidmat sebagaimana mestinya, dimulai dengan masuknya pemimpin serta pembina upacara. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, dan diakhiri dengan penyampaian amanat oleh perwakilan Kapolsek Babat.

Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan empat imbauan penting bagi seluruh siswa. Pertama, beliau mengingatkan agar bijak menggunakan perangkat digital yang diibaratkan seperti pisau bermata dua, sehingga siswa harus pintar memilah dampak positif dan negatifnya. Kedua, beliau melarang keras kegiatan tawuran baik di dalam maupun di luar sekolah karena dapat mengancam masa depan hingga merenggut nyawa. Ketiga, beliau menerangkan bahaya balap liar yang merusak masa depan serta membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Terakhir, beliau menegaskan bahaya judi online yang merupakan penipuan digital berkedok kekayaan instan, yang justru menyebabkan kecanduan dan keterpurukan finansial, sehingga seluruh siswa diimbau untuk tegas menolak segala ajakan judi online.

Riska Aulia Ramadhani dari kelas XII-3, yang bertugas sebagai pengibar bendera, mengaku merasa bangga sekaligus gugup saat menjalankan tugasnya. Rasa tegang tersebut perlahan hilang dan berganti menjadi fokus penuh hingga bendera Merah Putih berhasil berkibar sempurna. Sementara itu, Dyana Faizah dari kelas XII-3, mengungkapkan rasa senang dan bangga dapat mengikuti upacara tersebut. Menurutnya, amanat yang disampaikan memberikan pemahaman dan motivasi penting mengenai kedisiplinan, ketaatan pada peraturan sekolah, serta tanggung jawab. Hal ini menginspirasinya untuk menjadi siswi yang lebih tertib dan berperilaku baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
